Pakaian Khas Masyarakat Bima "Rimpu"

1.      Rimpu adalah cara berbusana masyarakat Bima yang mengunakan sarung khas Bima. Rimpu merupakan rangkaian pakaian yang menggunakan dua lembar (dua ndo’o) sarung. Kedua sarung tersebut untuk bagian bawah dan bagian atas. Rimpu ini adalah pakaian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan, sedangkan kaum lelakinya tidak memakai rimpu tetapi ‘’katente’’ (menggulungan sarung di pinggang). Sarung yang dipakai ini dalam kalangan  masyarakat Bima dikenal sebagai tembe Nggoli (sarung songket).  Kafa mpida (benang kapas) yang dipintal sendiri melalui tenunan khas Bima yang dikenal dengan Muna.
       Rimpu merupakan pakaian yang menutup aurat orang bima pada zaman dahulu. Rimpu menjadikan salah satu  bahan pemakaian yang digunakan untuk menutup  aurat oleh kaum wanita masyarakat Mbojo saat itu. Rimpu memiliki banyak manfaat dan kegunaanya.

2.      Apakah rimpu masih dipercaya oleh masyarakat?
Rimpu pada generasi muda sekarang sudah mulai pudar dan jarang digunakan.  Sekarang generasi muda banyak menggunakan kerudung-kerudung yang modern. Kata anak muda sekarang, memakai pakaian sarung (Muna) itu terasa panas dan susah dalam memakainya. Laki-laki dan wanita muda sekarang lebih mengikuti tren globalisasi. Rimpu sekarang tidak dipakai untuk pakaian sehari-hari lagi, dan hanya  dipakai pada acara kampanye (acara khusus) dan ibu-ibu pun memakai rimpu pada  malam hari saja ketika menonton acara orhen (nyanyian malam selesai pernikahan).

3.      Dorongan  era globalisasi sekarang, ternyata berhubungan erat dengan kalangan muda,  anak muda tidak percaya lagi dengan pakaian-pakaian lamanya. Globalisasi sebenarnya tidak melarang mereka untuk tidak memakai, tetapi mereka tergoyahkan imannya, dan arus itu sendiri tergantung pada peneriman masyarakat itu sendiri. Sebagus apapun pakaian-pakaian globalisasi kalau kita tidak mangamininya, maka pakaian kebaratan itu tidak akan menggoyahkan tradisi yang telah ada. Pakaian rimpu sangatlah diperuntukkan pagi para wanita yang menutup auratnya, dengan pakaian sarung (Muna) bisa dikatakan asli orang bima/mbojo.

Komentar